Showing posts with label Cukai. Show all posts
Showing posts with label Cukai. Show all posts

Friday, 25 March 2011

Bimbim Slank: Bea Cukai Berlaku Adil

Bimbim mengungkapkan bahwa pemberlakuan pajak harus adil dan tak pandang bulu. Bimbim menilai langkah yang diterapkan oleh bea cukai Indonesia telah berlaku adil untuk memungut pajak setiap film impor masuk.

"Jadi intinya pemberlakuan pajak film Indonesia dan pajak film harus harus diberlakukan sama dong. Jangan hanya kita mau 'jualan' di Amerika dikenakan pajak, dan giliran mereka juga harus sama dong," papar Bimbim saat dijumpai di Dahsyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (21/2).

Bimbim menambahkan bahwa dari pajak yang diambil tersebut bisa untuk melindungi perfilman Indonesia. Pasalnya untuk bersaing akan sangat terasa kalahnya dengan film luar.

"Paling tidak pajak yang diberikan tersebut bisa melindungi film nasional Indonesia. Karena jika mau bersaing terus terang kita pasti kalah antara film asing dengan film Indonesia," ujarnya.

Langkah lain yang tepat menurut Bimbim adalah membatasi masuknya film asing yang akan tayang di Indonesia. penyortiran film asing yang bermutu dan tidak bermutu juga sangat perlu.

"Harusnya dibatasi juga lah film asing yang tayang di Indonesia, mengingat tidak semua film Hollywood yang masuk ke Indonesia itu bagus. Di mana kadang-kadang banyak juga film asing itu tidak mencerminkan Indonesia," tukasnya.??? (kpl/hen/faj)


View the original article here

Sunday, 20 March 2011

Bimbim Slank Dukung Bea Cukai, Tapi..

Drumer sekaligus pentolan band Slank, Bimbim setuju dengan langkah bea cukai untuk menarik pajak kepada film impor yang masuk ke Indonesia. Bimbim menceritakan bahwa di luar negeri juga sama, meski beda konteks, saat Slank tengah ke Amerika untuk tampil dan rekaman mereka juga dikenai bermacam-macam pajak.

"Kalau menurut saya sih nggak papa dan aku rasa sangat wajar kalau dipajakin sih. Karena Slank sendiri pernah punya pengalaman yang sama saat masuk ke Amerika, di mana harus kena berbagai bentuk pajak seperti harus punya visa kerja, mau ekspor merchandise sampai CD lagu Slank pun dipajakin, dan sebenarnya kita juga harus begitu," ujarnya saat dijumpai di Dahsyat RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (21/2).

Akan tetapi Bimbim bereaksi lain jika nantinya keputusan ini ternyata hanya untuk keuntungan sendiri buat film Indonesia. Bimbim menilai parah jika hal ini terjadi karena kualitas film Indonesia saat ini yang jauh dari mutu.

"Wah kalau gitu makin parah aja. Di Indonesia kan banyak film hantu semua nggak asyik juga sih. Tapi ini bisa jadi kesempatan untuk film bergenre Indonesia bisa masuk karena alternatif lain kan nggak ada," paparnya.

Mengenai dampak buruk yang akan menimpa perindustrian bioskop yang akan kolaps, dinilai Bimbim tak akan terjadi hal tersebut.

"Kalau aku lihat sih nggak sampai ke arah sana," tukasnya? (kpl/hen/faj)


View the original article here